Langkah nyata menuju kemandirian ekonomi desa terus digalakkan di Desa Amoe. Pada Rabu, 24 Juni lalu, Peternakan Ayam Petelur yang dikelola oleh BUMDes Karya Bersama Desa Amoe menerima kunjungan kerja penting dari berbagai pihak lintas sektor tingkat kabupaten hingga kecamatan.
Kunjungan ini dihadiri langsung oleh Bapak Tenaga Ahli (TA)
Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten, jajaran Staf Kecamatan, Pendamping Desa,
serta jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Amoe. Bertempat di Dusun IV Samaturu,
Desa Amoe, peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung perkembangan
serta memastikan pengelolaan salah satu aset unit usaha desa ini berjalan
optimal.
Meninjau Potensi dan Ketahanan Pangan Desa
Peternakan ayam petelur yang dikelola oleh BUMDes Karya
Bersama ini diproyeksikan menjadi salah satu roda penggerak ekonomi utama bagi
masyarakat setempat. Selain menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes), unit
usaha ini juga memegang peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan
memenuhi kebutuhan protein warga desa dengan harga yang lebih terjangkau.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung area
kandang, melihat proses pemberian pakan, hingga sistem pemanenan telur harian.
"Usaha seperti ini adalah contoh nyata bagaimana
dana desa dan potensi lokal diintegrasikan. Ke depan, manajemen yang sehat dan
konsistensi produksi harus tetap dijaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan
oleh masyarakat," ujar salah satu perwakilan tim peninjau di sela-sela
kegiatan.
Sinergi dan Evaluasi Bersama
Tidak sekadar melihat-lihat, kunjungan lintas instansi ini
juga menjadi wadah diskusi dan evaluasi. Bapak TA Kabupaten bersama Pendamping
Desa memberikan beberapa masukan strategis terkait:
- Manajemen
Keuangan & Pemasaran: Memperluas jejaring pasar tidak hanya di
dalam desa, tetapi juga ke tingkat kecamatan atau kabupaten.
- Teknis
Perawatan: Menjaga kebersihan sanitasi sekitar kandang di Dusun IV
Samaturu demi kesehatan ternak dan kenyamanan lingkungan sekitar.
- Keberlanjutan
Usaha: Merencanakan regenerasi bibit ayam secara berkala agar produksi
telur tidak mengalami kekosongan.
Pemerintah Desa Amoe dan pengurus BUMDes Karya Bersama
menyambut baik rombongan serta mengapresiasi segala saran yang diberikan.
Dukungan moral dan teknis dari kabupaten serta kecamatan ini dinilai menjadi
booster semangat bagi pengelola untuk terus berinovasi.
Harapan ke Depan
Dengan adanya kunjungan dan pendampingan yang intensif ini,
BUMDes Karya Bersama Desa Amoe diharapkan bisa menjadi role model bagi
desa-desa lain dalam mengelola unit usaha peternakan yang mandiri dan
profesional.
Dusun IV Samaturu kini tidak hanya dikenal sebagai wilayah
pemukiman, tetapi juga pusat produktivitas yang membawa nama Desa Amoe siap
bersaing di sektor ekonomi kreatif pedesaan.







0 komentar:
Posting Komentar